Bioprospeksi

Bioprospeksi menjadi salah satu langkah nyata dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, potensi keanekaragaman hayati di tingkat spesies dan genetik dimanfaatkan secara bijak untuk menghasilkan nilai ekonomi, sekaligus melindungi alam, menjaga kelestariannya, dan menghormati kearifan lokal masyarakat adat yang telah lama hidup berdampingan dengan alam.
Namun, di balik potensi besar itu, ancaman biopiracy atau pencurian sumber daya genetik masih membayangi. Kasus-kasus seperti publikasi penelitian oleh pihak asing tanpa izin, hingga pendaftaran paten atas tumbuhan asli Indonesia oleh perusahaan, menunjukkan pentingnya sistem pengelolaan sumber daya genetik yang kuat dan berkeadilan. Tanpa langkah antisipatif, kekayaan hayati Indonesia bisa terus tereksploitasi sehingga masyarakat adat yang memiliki pengetahuan tradisional tersebut justru tidak mendapatkan manfaat.
Sejak tahun 2020, KEHATI telah menyusun ringkasan kebijakan (policy brief) tentang arah pengembangan bioprospeksi di Indonesia. Sebagai lembaga yang berinteraksi erat dengan dunia usaha, KEHATI berperan aktif mendorong penerapan tata kelola yang baik serta peningkatan kesadaran sektor bisnis dalam memastikan pembagian manfaat yang adil bagi masyarakat adat dan lokal.
Upaya ini tidak hanya ditujukan bagi pelaku industri, tetapi juga menyentuh konsumen akhir, agar produk yang mereka gunakan menjadi bagian dari rantai nilai yang menghargai kelestarian dan keadilan. Beragam inisiatif telah dilakukan KEHATI bersama mitra-mitranya untuk memperkuat praktik bioprospeksi berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia, antara lain:
Pengembangan produk olahan mangrove di Brebes;
Pemanfaatan rempah-rempah lokal di Kepulauan Sangihe;
Pengembangan sagu di Sangihe dan Papua Barat;
Hilirisasi tengkawang di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat;
Pemanfaatan pewarna alami untuk kain tenun Dayak Iban;
Eksplorasi potensi bambu tabah di Bali; dan
Edukasi serta pemanfaatan tanaman obat di Kabupaten Bandung.
Melalui langkah-langkah tersebut, KEHATI mendukung lewat hibah ke mitra-mitra lokal yang menjaga agar kekayaan alam Indonesia tidak hanya menjadi warisan, tetapi juga sumber kehidupan yang terus memberi manfaat secara lestari, bagi manusia, bagi alam, dan bagi masa depan.