IDEN

Meningkatkan Akurasi Data dan Pemetaan Petani Sawit



SPOS Indonesia terus aktif bekerja di lapangan bersama para mitra untuk mendukung praktik kelapa sawit berkelanjutan. Tujuan utamanya sederhana: meningkatkan kesejahteraan petani sawit rakyat mandiri sekaligus mengurangi deforestasi dan degradasi lahan gambut.

Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah pemetaan dan pendataan lahan serta pendampingan pengajuan STDB (Surat Tanda Daftar Budidaya). Program ini dilaksanakan di delapan kabupaten dengan dukungan tujuh mitra lokal. Sejak dimulai pada Juli 2019 hingga pembaruan data terakhir pada Juni 2022, kegiatan ini telah mencatat capaian yang signifikan dengan total luas area yang dipetakan mencapai 242.569 hektare.

Rincian capaian kegiatan meliputi:

• Pendataan petani sawit rakyat seluas 22.803 hektare yang mencakup 10.135 bidang lahan.
• Sebanyak 13.123 hektare atau 10.946 bidang lahan telah berhasil terdaftar.
• Penerbitan STDB telah dilakukan untuk 2.911 hektare atau 2.465 bidang lahan sawit.

Wilayah pelaksanaan kegiatan:

Saat ini, kegiatan pemetaan dan pendataan dilaksanakan di delapan kabupaten dengan melibatkan mitra lokal, yaitu:

• Kabupaten Tebo: bekerja sama dengan Yayasan Setara Jambi.
• Kabupaten Sekadau: bermitra dengan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) dan SIAR Nusantara.
• Kabupaten Kotawaringin Timur: bekerja sama dengan Yayasan Javlec Indonesia.
• Kabupaten Berau: bermitra dengan Asosiasi Sawit Rakyat Mandiri Berau.
• Kabupaten Paser: bekerja sama dengan SPKS dan Kawal Borneo Community Foundation.
• Kabupaten Pasangkayu, Kabupaten Mamuju, dan Kabupaten Mamuju Tengah: bermitra dengan Sulawesi Community Foundation.