
JAKARTA – Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) berhasil meraih penghargaan tingkat regional Asia Tenggara dalam ajang CIMB Advancing Societies 2026: Recognising Impactful Partners yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia. Penghargaan ini diberikan atas konsistensi Yayasan KEHATI dalam menjalankan program konservasi bambu berbasis masyarakat yang berdampak nyata pada lingkungan dan ekonomi warga.
Hingga tahun 2025, program tersebut tercatat telah menanam lebih dari 115.000 pohon bambu. Langkah ini dinilai berkontribusi signifikan terhadap penyerapan emisi karbon sekaligus membuka peluang pendapatan baru bagi masyarakat di sekitar kawasan konservasi.
Dalam ajang tersebut, KEHATI tidak sendiri. Dua lembaga nonpemerintah lainnya dari Indonesia juga membawa pulang penghargaan, yaitu Yayasan Berdaya Bareng untuk kategori Pemberdayaan Ekonomi dan Komunitas, serta Sinergi Mahakarya untuk kategori Inklusi Sosial dan Kesetaraan.
Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga, Fransiska Oei, menyatakan bahwa keberhasilan ketiga lembaga asal Indonesia ini menjadi bukti kuat bahwa kolaborasi yang konsisten mampu menghadirkan perubahan yang masif di tingkat tapak.
"Apresiasi ini menjadi bukti bahwa upaya yang konsisten dan kolaboratif mampu menghadirkan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Kami sangat menghargai kontribusi para mitra dalam mendorong pemberdayaan ekonomi, pelestarian lingkungan, serta inklusi sosial," ujar Fransiska, Senin (22/6/2026).
Direktur Komunikasi dan Kemitraan Yayasan KEHATI, Rika Anggraini, menyambut baik pemberian penghargaan ini. Menurut Rika, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus kepercayaan dari sektor korporasi terhadap upaya KEHATI dalam mengembangkan program pelestarian bambu secara berkelanjutan bersama para mitra.
"KEHATI memandang penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi dan kepercayaan korporasi kepada KEHATI yang selama ini telah mengembangkan program pelestarian bambu secara berkelanjutan. Keberhasilan pelaksanaan program ini tidak dapat dilepaskan dari komitmen para mitra hibah KEHATI di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur yang telah terlibat aktif selama 14 tahun terakhir bersama CIMB Niaga," Ujar Rika.
Rika menambahkan, keterlibatan sektor swasta dalam konservasi menjadi salah satu kunci untuk memperluas dampak pelestarian lingkungan. Menurutnya, strategi KEHATI dalam membangun kemitraan dengan korporasi selalu diawali dengan memberikan pemahaman yang utuh mengenai prinsip-prinsip keberlanjutan, kemudian dilanjutkan melalui aksi bersama yang memberikan manfaat nyata.
"Dalam setiap kerja sama, KEHATI memastikan terdapat dampak positif yang dapat dilihat dan dirasakan, baik bagi lingkungan maupun masyarakat. Dengan demikian, kolaborasi yang terbangun tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu menciptakan perubahan yang berkelanjutan," ujarnya.

Keberlanjutan dan Inklusi
Selain isu lingkungan yang dibawa oleh KEHATI, panel juri regional juga menyoroti dampak sosial yang dihasilkan oleh dua lembaga Indonesia lainnya. Yayasan Berdaya Bareng, misalnya, mendapat apresiasi tinggi atas dedikasinya memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Indonesia Timur. Sejak tahun 2022, lembaga ini aktif memberikan pelatihan kewirausahaan, literasi keuangan dan digital, hingga membuka akses pembiayaan bagi ratusan pelaku usaha kecil di wilayah tersebut.
Sementara itu, Sinergi Mahakarya menerima penghargaan atas inisiasinya dalam memberdayakan anak berkebutuhan khusus melalui wadah kewirausahaan kreatif. Program ini dinilai berhasil membantu para penyandang disabilitas menghasilkan produk bernilai ekonomi, menopang pendapatan keluarga, sekaligus mengikis stigma negatif yang selama ini berkembang di masyarakat.
Ajang CIMB Advancing Societies 2026 merupakan bentuk apresiasi internasional terhadap organisasi dan individu di kawasan ASEAN yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan inklusi sosial. Melalui penghargaan ini, diharapkan muncul lebih banyak inisiatif berkelanjutan yang mampu menjawab tantangan sosial dan ekologi di Asia Tenggara.
© 2025 All Right Reserved