
Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) Bersama Yayasan Tunas Nusa mengadakan workshop “Penguatan Strategi Kampanye dan Edukasi Keanekaragaman Hayati Perkotaan” yang diadakan di Hallway Space Pasar Kosambi Kota Bandung pada 12 Agustus 2025. Acara ini dihadiri oleh peserta yang berasal dari siswa menengah atas, mahasiswa, perwakilan komunitas, dan perwakilan Pemerintah Kota Bandung. Melalui workshop ini, peserta diharapkan memiliki kemampuan strategis dalam mendorong kampanye pelestarian keanekaragaman hayati dan lingkungan di Kota Bandung.
Direktur Komunikasi dan Kemitraan Yayasan KEHATI Rika Anggraini mengatakan bahwa kegiatan workshop yang dilakukan sangat penting untuk menjaring konsep-konsep kreatif dari peserta khususnya generasi muda untuk mengkampanyekan pelestarian dan pengembangan keanekaragaman hayati di Kota Bandung.
Kegiatan workshop yang dilakukan merupakan rangkaian Program Urban Biodiversity yang dijalankan oleh KEHATI Bersama Yayasan Tunas Nusa di Kota Bandung. Program Urban Biodiversity/Keanekaragaman Hayati Perkotaan ini didasarkan pada fakta bahwa kota merupakan pusat aktivitas manusia yang menampung lebih dari 50% populasi di Indonesia. Fakta ini memberi tekanan besar terhadap penggunaan lahan yang memicu degradasi habitat dan hilangnya keanekaragaman hayati.
Kota Bandung tidak terlepas dari beberapa permasalahan lingkungan yang diakibatkan oleh degradasi lingkungan, termasuk menurunnya tingkat keanekaragaman hayati perkotaan. Saat ini kondisi keanekaragaman hayati di Kota Bandung dapat dikatakan relatif rendah. Hal ini disebabkan oleh masih terbatasnya luas dan jumlah RTH, terbatasnya jumlah pohon di dalam kota, yaitu hanya sebanyak 229.649 pohon dari 920.000 pohon pelindung yang dibutuhkan 40% jumlah penduduk (Bandung.go.id, 2025). Oleh karena itu, menjaga dan menciptakan Keanekaragaman hayati perkotaan Bandung sangat penting karena memberikan manfaat ang diberikan mencakup manfaat kesehatan, ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Program urban biodiversity yang dilakukan mendorong aksi kolektif untuk mengatasi penurunan tingkat keanekaragaman hayati di Metropolitan Bandung. Kegiatan yang dilakukan mencakup pemanfaatan atap dan dinding bangunan padat penduduk—seperti apartemen, sekolah, dan fasilitas umum lainnya—untuk pengembangan urban farming dan vertical garden.
© 2025 All Right Reserved